Sejarah dan fotografi Indonesia di dalam Fotomedia
Budi N.D. Dharmawan
Lihat
Post-Production SOKONG! Challenge
Video Kompilasi Zine
Lihat
Apakah fotografi sendiri (tidak) cukup?
Budi N.D. Dharmawan
Lihat
Menempuh Titik Buta: Fotografi dan Tanda Mata Kota-Kota
Shohifur Ridho'i
Lihat
Periphery of the Wind
SOKONG! with Reza Kutjh, Riskya Duavania & Alwan Brilian
Lihat
Previous
Next

Publikasi Cetak:

Publikasi Digital:

Blog:

Sejarah dan fotografi Indonesia di dalam Fotomedia

Berkaca dari hal-hal yang saya temukan (kembali) ketika membaca-baca Fotomedia, saya kira fotografi di Indonesia pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 seperti sedang mengalami masa keemasan. Saya tidak mengatakan, bahwa fotografi kemudian mengalami kemerosotan, namun kita kini mengalami pergeseran yang saya rasa masih perlu dipetakan.

Read More »

Apakah fotografi sendiri (tidak) cukup?

Fotografi seperti bergantung pada pengetahuan-pengetahuan lain, sehingga sering dikritik. Di dalam membahas fotografi, tidak jarang orang terlampau menaruh perhatian pada sejarah dan perkembangannya. Sejarah fotografi pun kerap dipaparkan sebagai pergeseran teknologi, atau dilihat melalui kacamata antropologi atau dengan bingkai sejarah seni. Ulasan mengenai seorang juru foto sering berfokus pada riwayat dan kurang melirik penjelajahan kreatifnya. Perbincangan tentang pemakaian fotografi sehari-hari cenderung merujuk jurnalisme, media, atau gaya hidup. Fotografi seakan-akan tidak (di-) hadir (-kan) di dalam percakapan-percakapan tentang fotografi.

Read More »

Dua tahun pandemi dan cita-cita lama

Saya membeli buku karena ingin melihat suatu karya atau seorang juru foto secara lebih menyeluruh, tidak hanya sebagai suatu gambar atau sebuah nama yang berdiri sendiri. Buku menghadirkan konteks, umpamanya dengan menampilkan suatu foto bersama serangkaian atau sepilihan foto lain yang turut menjadi bagian dari karya seseorang, juga menyertakan teks yang menerangkan perihal foto itu dan pembuatnya.

Read More »

YOGYAKARTA 55152