Menempuh Titik Buta: Fotografi dan Tanda Mata Kota-Kota
Shohifur Ridho'i
Lihat
Babak Akhir Cinta
Publikasi Digital SOKONG! Edisi 17
Lihat
Fotografi dan Terapi dari Kacamata Seorang Pengajar
Percakapan Abimanyu Dirgantara Bersama Nyoman Vidhyasuri Utami
Lihat
Membaca arsip foto keluarga
Budi N.D. Dharmawan
Lihat
Kurator dan kurasi (dan kritik) fotografi di Indonesia
Budi N.D. Dharmawan
Lihat
Previous
Next

Publikasi Fisik:

Publikasi Digital:

Blog:

Fotografi dan Terapi dari Kacamata Seorang Pengajar

Sebetulnya setiap orang berduka dengan caranya mereka sendiri. Kalau berduka ada sesuatu yang kosong dan kita berusaha untuk fill in the gap. Kita berusaha mengisi yang kosong. Sebetulnya mengisi yang kosong itu karena ada tuntutan bahwa you have to be happy, atau ada tuntutan, ada desakan dari sekitar kita. Susah untuk bilang you have to fill the gap, you have to fill the hole, karena jangan-jangan hole-nya itu dibutuhin sama kamu sendiri.

Read More »

Membaca arsip foto keluarga

Arsip tidak netral, karena dibangun dengan pemilihan dan pemilahan. Tujuan, kepentingan, dan kategori menciptakan pembedaan antara yang dianggap relevan dan layak diarsipkan dengan yang tidak, sehingga arsip sering bersifat sepihak. Oleh karena itu, kita tidak dapat melihat arsip semata-mata sebagai kumpulan fakta objektif, namun juga perlu menengok hal-hal yang luput dari pengarsipan dan memeriksa dampak sosialnya.

Read More »

Kurator dan kurasi (dan kritik) fotografi di Indonesia

Peran seorang kurator dapat dibandingkan dengan seorang kritikus, yang bertugas menjembatani pemirsa kepada pameran secara keseluruhan atau suatu karya di dalamnya. Kritik di sini bukanlah menghakimi atau mengejar kelemahan belaka, melainkan sebuah upaya untuk memahami karya melalui analisis dan evaluasi.

Read More »

YOGYAKARTA 55152