Short Route: Workshop Publikasi Foto Skala Kecil
Catatan Proses Workshop Short Route di MIWF 2024
Baca
Di Sekitar Peristiwa Fotografis
Ragil Cahya Maulana
Baca
As the Road Ends, the Wind Blows
Kurniadi Widodo
Lihat
Sebelum Semua Pucat Pasi
Vandy Rizaldi
Lihat
Masalah Kediaman
Prasetya Yudha
Lihat
Your Room, Reflects You
Cecilia Elma
Lihat
Indeks Penghabisan Manusia (FYP: For Your Poetry)
Rachmat Hidayat Mustamin & Radi Raditya
Lihat
Fragment of the Past
Shaveera Jinan
Lihat
Lebaran dan Hal-Hal Visual yang Tak Selesai
Ragil Cahya Maulana
Baca
Previous slide
Next slide

Publikasi Cetak:

Publikasi Digital:

Blog:

Catatan Proses Workshop Short Route di MIWF 2024

Workshop SHORT ROUTE semangat dasarnya memanfaatkan segala infrastruktur yang tersedia. Memanfaatkan segala prasarana yang terjangkau, baik akses maupun modal. Seringkali pembuatan publikasi foto terhambat oleh bentuk produksi yang fancy dan mengedepankan quality. Workshop ini dibuat untuk menawarkan model produksi yang keluar dari perangkap model produksi berbiaya mahal seperti itu, yaitu dengan menyiasati keterbatasan dengan memaksimalkan keterbatasan itu sendiri.

Read More »

Di Sekitar Peristiwa Fotografis

Di hadapan peristiwa-peristiwa fotografis itu, keindahan-keindahan itu, kami seolah terlalu eman untuk melihatnya hanya dengan mata telanjang. Mata kami—juga Anda—adalah nama lain bagi kesementaraan, dan keindahan apa pun yang dilihatnya akan berlalu sebagai kisah. Fotografi sebagai perangkat pengabadian perlu dikerahkan untuk meretas kesementaraan itu. Agar apa? Agar supaya siapa pun yang tak hadir di hadapan peristiwa-keindahan itu bisa turut menyaksikannya, meski penyaksiannya tak penuh seluruh.

Read More »

Catatan Pertemuan For Your Poetry

Dalam naskah Indeks Penghabisan Manusia (FYP: For Your Poetry), saya merasakan dilema tentang identitas. Di mana kata-kata tampaknya salah tempat tetapi dalam gambaran yang lebih besar menceritakan sebuah kisah dalam cerminan identitas Indonesia dari perspektif global. Terutama sejak saya pindah dari Indonesia ketika saya berusia 18 tahun. Saya merasakan beberapa keterputusan antara memori masa lalu, harapan masa lalu tentang Indonesia, dan pengalaman saya sekarang sebagai orang Indonesia-Kanada.

Read More »

YOGYAKARTA 55152