Publikasi Cetak:
Publikasi Digital:
Blog:

Resep yang Mempertahankan Kehidupan
Terbitan mandiri membuka keleluasaan bagi pegiatnya untuk menentukan resep terbaiknya, bertolak dari pengetahuan dan sumber daya yang ia miliki. Namun perlu disadari, setiap pilihan dalam mengolah dan mendistribusikan terbitan mandiri secara tidak langsung akan menentukan siapa saja yang bisa mengakses terbitan itu. Pilihan teknologi percetakan berpengaruh kepada biaya produksi. Pilihan bahasa yang digunakan berpengaruh kepada siapa yang dengan mudah memahami bacaan tersebut. Disadari atau tidak, pilihan-pilihan itu menunjukkan posisi pegiat terbitan mandiri.

‘Mandiri’ dalam Penerbitan Mandiri: Sejarah Personal
Bisa dibilang ruang memaknai kemandirian itu tidak sepenuhnya saya dapatkan sendiri, tetapi juga dimungkinkan orang-orang di sekitar saya, termasuk orang tua saya. Lalu terbersit pertanyaan, “Apakah mandiri memang berarti melakukan semua-muanya sendiri?”

Seleksi Koleksi Vol. 01, Perpus TOS! mengundang Kurniadi Widodo
“Ketika kamu memintaku untuk memilih buku-buku foto yang menurutku punya aspek editing yang menarik dan bisa dibahas, di awal aku langsung terpikir Family-nya Masahisa Fukase karena itu buku foto koleksiku yang menurutku editingnya terasa paling ‘gampang’, karena kan urutan fotonya sangat kronologis, haha. Tapi bahkan di sekuens yang rasanya paling gampang itu, kalau diperhatikan lebih seksama tetap ada strategi-strategi untuk membuat alurnya terasa playful dan tidak membosankan. Jadi buku ini bisa dijadikan contoh salah satu teknik dasar editing, begitu. Bagaimana cara menyusun foto? Ya salah satunya secara kronologis sesuai waktu pemotretan. Nah tapi kan kita jadi bisa mempelajari apa aja sih efek dan konsekuensinya.”
Peristiwa:
YOGYAKARTA 55152


