Publikasi Cetak:
Publikasi Digital:
Blog:

‘Mandiri’ dalam Penerbitan Mandiri: Sejarah Personal
Bisa dibilang ruang memaknai kemandirian itu tidak sepenuhnya saya dapatkan sendiri, tetapi juga dimungkinkan orang-orang di sekitar saya, termasuk orang tua saya. Lalu terbersit pertanyaan, “Apakah mandiri memang berarti melakukan semua-muanya sendiri?”

Seleksi Koleksi Vol. 01, Perpus TOS! mengundang Kurniadi Widodo
“Ketika kamu memintaku untuk memilih buku-buku foto yang menurutku punya aspek editing yang menarik dan bisa dibahas, di awal aku langsung terpikir Family-nya Masahisa Fukase karena itu buku foto koleksiku yang menurutku editingnya terasa paling ‘gampang’, karena kan urutan fotonya sangat kronologis, haha. Tapi bahkan di sekuens yang rasanya paling gampang itu, kalau diperhatikan lebih seksama tetap ada strategi-strategi untuk membuat alurnya terasa playful dan tidak membosankan. Jadi buku ini bisa dijadikan contoh salah satu teknik dasar editing, begitu. Bagaimana cara menyusun foto? Ya salah satunya secara kronologis sesuai waktu pemotretan. Nah tapi kan kita jadi bisa mempelajari apa aja sih efek dan konsekuensinya.”

Percakapan bersama Kurnia Yaumil Fajar: Pertemuan-Pertemuan Kecil terkait Seni Pertunjukan & Perbukuan di Bangkok
“Kadang kalau dipikir, kita tidak pernah benar-benar paham yang kita lakukan. Kita hidup, dan terus bergiat menjalani yang kita senangi. Pertemuan dengan Pin dan Tum, mengingatkanku pada apa yang sejauh ini aku dan teman-teman kerjakan. Inisiatif-inisiatif kecil, pertemuan-pertemuan dan perkenalan-perkenalan. Pemahaman barunya mungkin jadi paham, bahwa ada teman-teman yang juga melakukan hal yang sama di luar sana. Cepat atau lambat, dalam satuan waktu Tuhan–kalau boleh menyebut begitu, kita pasti akan terhubung”
Peristiwa:
YOGYAKARTA 55152


