Publikasi Cetak:
Publikasi Digital:
Blog:

Awas Aman! Di sini kurang aman! — Gambar Sukaduka
Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai kebutuhan akan rasa aman itu sulit terpenuhi sekaligus. Terlebih ketika institusi yang diamanatkan menjaga keamanan, mulai dari institusi publik sampai keluarga, tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam ruang privat maupun publik, rasa aman seperti keping-keping yang berserakan. Sedikit demi sedikit, keping-keping itu harus dikumpulkan dan disusun kembali. Kami mesti belajar berhitung dan menentukan mana yang lebih penting untuk saat ini: kebutuhan mengekspresikan diri atau keamanan finansial? Ungkapan cinta secara terbuka atau keamanan ruang hidup? dan masih banyak lagi.

Resep yang Mempertahankan Kehidupan
Terbitan mandiri membuka keleluasaan bagi pegiatnya untuk menentukan resep terbaiknya, bertolak dari pengetahuan dan sumber daya yang ia miliki. Namun perlu disadari, setiap pilihan dalam mengolah dan mendistribusikan terbitan mandiri secara tidak langsung akan menentukan siapa saja yang bisa mengakses terbitan itu. Pilihan teknologi percetakan berpengaruh kepada biaya produksi. Pilihan bahasa yang digunakan berpengaruh kepada siapa yang dengan mudah memahami bacaan tersebut. Disadari atau tidak, pilihan-pilihan itu menunjukkan posisi pegiat terbitan mandiri.

‘Mandiri’ dalam Penerbitan Mandiri: Sejarah Personal
Bisa dibilang ruang memaknai kemandirian itu tidak sepenuhnya saya dapatkan sendiri, tetapi juga dimungkinkan orang-orang di sekitar saya, termasuk orang tua saya. Lalu terbersit pertanyaan, “Apakah mandiri memang berarti melakukan semua-muanya sendiri?”
Peristiwa:
Kunjungi TOS! Art Bookshop & Library by SOKONG!
Bolo Space, Jl. Krasak Barat No.3, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Selasa – Minggu, 15.00 – 21.00 WIB
IG: @toskecil
YOGYAKARTA 55152


