Penerbitan Artistik dan Cerita tentang Yogyakarta Art Book Fair
Menghidupkan karya seni ke dalam bentuk cetak selalu punya daya tarik sendiri. Buku seni atau art book selain sebagai dokumentasi visual, ia menjadi ruang eksperimen, ruang bermain fisik tempat ide-ide liar bebas dieksplorasi tanpa batas.
Sebagai sebuah festival, Yogyakarta Art Book Fair (YKABF) berfungsi sebagai ruang temu tahunan bagi para ilustrator, penulis, penerbit independen, dan penggemar karya seni cetak juga penerbitan artistik. Kehadiran YKABF juga memberi ruang bagi narasi dan visual alternatif yang biasanya sulit ditemukan di toko buku arus utama.
Kebetulan, Nia sedang di Bali. Sabtu nanti, kalau luang mari datang, bincang santai dalam diskusi Penerbitan Artistik dan Cerita-Cerita tentang Yogyakarta Art Book Fair.
Kita akan mengulik dinamika di balik layar perhelatan ini. Mulai dari cara YKABF merawat ekosistem komunitasnya, tantangan menjaga napas penerbitan independen agar tetap hidup, sampai cerita di balik proses kurasi karyanya. Percakapan ini juga akan menyentuh berbagai pendekatan unik dalam penerbitan artistik, seperti zine dan media cetak alternatif lainnya.
Jika kamu menyukai dunia visual, penasaran dengan geliat cetak-mencetak, zines, atau ingin tahu lebih dalam tentang perjalanan YKABF, silakan datang dan bergabung. Nia juga akan di Partikular hingga jam tutup toko, melapak, membawa beberapa artbook pilihannya. Sila datang dan ngobrol-ngobrol. Sampai jumpa!
Membawa karya seni ke ranah cetak selalu punya magisnya sendiri. Sabtu lalu, Partikular kedatangan Nia yang berbagi cerita seru seputar penerbitan artistik baik yang dilakukan di SOKONG juga cerita-cerita tentang Yogyakarta Art Book Fair (YKABF).
Melalui diskusi santai ini, kami mendengar dan belajar banyak dari cerita-cerita bagaimana YKABF terbentuk, bergerak sebagai ruang temu bagi para ilustrator, penulis, dan penerbit independen juga tantangan dan eksperimen saat menyelenggarakan fair. Banyak obrolan seru baik soal teknis penerbitan hingga cerita-cerita lucu saat mereka ke fair untuk pertama kali.
Nia juga sempat melapak dan memamerkan beberapa koleksi art book yang ia kurasi hingga jam toko tutup. Terima kasih ya, Nia! Sudah menyempatkan waktu untuk ngobrol-ngobrol. Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah menyempatkan hadir dan mengobrol bersama! Jumpa di diskusi seru lainnya!
(teks dari caption dokumentasi acara di IG Penerbit Partikular)





